Kamis, 07 April 2011

Biologi laut

“ BIOLOGI LAUT
Biologi laut adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari organisme laut dan interaksinya terhadap lingkungan. Biologi laut mempelajari hubungan antara laut dengan distribusi dan adaptasi organisme. Salah satunya adalah adaptasi terhadap kondisi kimiawi dan fisik lautan, ketersediaan cahaya di berbagai kedalaman laut, pergerakan arus, dan komposisi dasar lautan.
Subjek biologi laut lainnya adalah rantai makanan laut, distribusi ikan dan udang dari segi nilai ekonomis, serta efek polusi dan pencemaran laut.
Pada akhir abad ke-19, ilmu biologi laut memfokuskan pada pendataan organisme laut. Pada abad ke-20, teknologi telah memungkinkan peralatan menyelam canggih, kapal selam, kamera, dan tv bawah laut sehingga mempermudah penelitian.
Organisme Laut
Berdasarkan cara hidupnya, organisme laut digolongkan menjadi nekton, plankton, dan bentos.
Nekton adalah organisme yang dapat bergerak bebas, misalnya ikan, cumi-cumi, dan paus. Organisme plankton berukuran sangat kecil atau mikroskopis. Plankton bergerak pasif mengikuti arus. Bentos adalah organisme yang hidup di dasar lautan, mencakup bentuk sessil(misalnya spon, kerang, koral), merangkak (misalnya kepiting, siput), dan menggali (misalnya cacing).
Area dasar laut disebut hydrothermal vent, yang dihuni cacing raksasa dan organisme berbentuk tidak biasa. Dasar laut telah diteliti secara intensif oleh ahli biologi laut.
Penyebaran organisme laut bergantung pada sifat kimia dan fisika air laut (suhu, salinitas, dan nutrisi terlarut), arus laut (membawa oksigen ke permukaan dan menyebarkan nutrisi, kotoran, telur, larva dan plankton), dan penetrasi sinar matahari.
Organisme fotosintetik (tumbuhan, alga, dan cyanobakteri) merupakansumber makanan. Mereka hanya terdapat di zona fotik atau eufotik, yaitu sinar matahari dapat menembus masuk dan berperan dalam proses fotosintesis.
Hanya 2% dasar laut yang termasuk dalam zona fotik. Oleh karena itu, jumlah organisme fotosintetik bentos lebih sedikit daripada plankton fotosintetik (fitoplankton) yang terdistribusi di dekat permukaan laut.
Bidang Ilmu yang Berkaitan
Untuk memahami organisme laut dan interaksinya, seorang ahli biologi laut harus memiliki pemahaman disiplin ilmu lain, misalnya oseanografi kimia, oseanografi fisika dan oseanografi geologi. Dengan memahami ilmu-ilmu tersebut, seorang ahli biologi laut dapat memiliki pendekatan yang luas dalam penelitian.
Banyak sekali topik yang dapat dipelajari pada bidang biologi laut. Oleh karena itu, banyak peneliti yang mengkhususkan diri mempelajari objektertentu.
Spesialisasi dapat berdasarkan spesies, organisme, tingkah laku,teknik atau ekosistem. Misalnya, ahli biologi dapat mengkhususkan diri pada satu spesies kerang atau semua spesies kerang yang terdapat pada area tertentu.
Salah satu spesialisasi adalah bioteknologi laut. Bioteknologi laut meneliti aplikasi dan kemungkinan yang dapat dimanfaatkan dari organisme laut. Salah satunya adalah biomedis, peneliti mengembangkan obat-obatan yang berasal dari organisme laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar